Kediri -Peringatan PHBN hari ke lima, tanggal 26 April 2012 ini diwarnai dengan berbagai kegiatan budaya yang kental. Bertempat di aula, dimulai dari karantina MISS MAS '12, agenda utama untuk hari ini adalah pelatihan tari dan unjuk bakat. Lucu memang, ketika seseorang yang tidak pernah menyentuh dunia tari harus melakukan tarian dengan lagu Kediri Bersemi. Terlihat kaku dan kikuk pada awalnya, tetapi dengan bersungguh-sungguh para kandidat MISS MAS begitu antusias untuk bisa menari.
| kaku: kandidat MISS MAS '12 tengah berlatih |
Dengan pelatih utama Duati Mayangsari selaku ketua unit EKSTRID (ekstra tari tradisional smada_red), para perserta dengan serius menghafal tiap gerakan yang dicontohkan. Karena calon MISS MAS '12 terhitung ada 34, Nurfajaryawan J. , Jayen Aris, Alvica D. dan beberapa orang lagi membantu jalanya pelatihan tari yang terhitung singkat itu. Terlihat juga Venita Astrio sebagai ketua pelaksana seleksi MISS MAS '12 terus memantau jalanya karantina hingga usai. Sekilas, ketika pelatihan tari tengah berlangsung, kandidat MISS '12 dari kelas X8 yang biasa disapa dengan 'Radina', terlihat begitu gemulai dan hafal dengan materi tari yang baru saja diberikan. Yang menjadi tanda tanya besar, sepanjang berjalanya karantina calonfut MISS MAS '12 kali ini, tidak terlihat perwakilan MISS dan MAS dari kelas IA5.
Tak jarang juga beberapa flash kamera menyala ditengah-tengah latihan. Agenda selanjutnya adalah unjuk bakat. Pertunjukan yang ditampilkan oleh peserta sangat beragam. Mulai dari bermain musik, olahraga, tari, bahkan sulap. Seperti Edo Dwi, salah satu peserta MAS '12 yang mengikuti unjuk bakat, usut punya usut Edo menampilkan keahlianya dalam akademis. Bukan mengerjakan soal, melainkan menerangkan pelajaran matematika dengan Bahasa Inggris. "Aku biasa diminta temen-temen nerangin ulang pelajaran pas pulang sekolah. Jadi, bakatku ya itu.", jelas Edo ketika berbincang ringan setelah unjuk bakat dijalaninya.
Sementara acara unjuk bakat berjalan di kelas XII IA 7, lomba karawitan dimulai di aula. Ini adalah salah satu kompetisi baru yang berbeda dari tahun sebelumnya. Setiap kelas beranggotakan 12 hingga 17 terdiri dari putra dan putri. Peserta harus membawakan lagu yang sudah ditentukan sebelumnya, seperti Swara Suling, Praon, atau Dipleroki dengan iringan gamelan dari anggota unit karawitan.
| batik: penampilan IA2 di panggung |
Tak hanya menggendingkan lagu, beberapa kelas melakukan 'bawa' seperti acara formal karawitan pada umumnya. Selain itu, tarian sederhana, kostum, dan sedikit banyolan juga menghiasi penampilan dari tiap kelas pada hari itu. Acara ini berlangsung hingga sore, dan akhirnya terpilihlah lima besar yang akan membawakan Kombang-Kombang pada pentas puncak tanggal 28 April mendatang.
Lima besar tersebut adalah:
- X7
- IS2
- X3
- IA2
- X8
Dengan waktu yang hampir bersamaan, futsal sarung tengah berlangsung di lapangan. Pertandingan terjadi antara IA4 dan X3, X5 dengan X2, dan terakhir antara IS1 melawan X9.
| gesit: sarung tak menghalangi kegesitan tiap pemain |
Dua pertandingan pertama berlangsung pada sore hari mulai jam 15:00 hingga adzan maghrib berkumandang. Jalannya acara dihentikan sejenak guna melaksanakan ibadah sholat Maghrib di Masjid Al-Anwar berjamaah. Usai sholat berjamaah tersebut, pertandingan kembali dihelat antara IS1 melawan X9. Meski permainan berlangsung pada malam hari, suasana tetap terselimuti gegap gempita supporter dari masing-masing kubu. Pertandingan berlangsung sengit meninjau masih bertahannya skor 2-2 hingga babak kedua, kemudian wasit memberikan additional time 4 menit. Saat suasana mulai menegang, Rio berhasil membobol gawang X9 sebagai aksi penutup. (su/se/ma)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar